Info Sekolah
Jumat, 27 Jan 2023
  • SMK NEGERI 1 LOBALAIN Jl. Baa - Busalangga, Dusun Tilonisi, Holoama, Kec. Lobalain, Kab. Rote-Ndao Prov. Nusa Tenggara Timur

CLOUD COMPUTING DALAM PENGEMBANGAN SISTEM PEMBELAJARAN

Diterbitkan :

Cloud Computing adalah sebuah model komputasi, dimana sumber dayanya seperti processor / computing power, storage, network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet menggunakan pola akses remote (Alfatih dan Marco, 2015). Ketersediaan on- demand sesuai kebutuhkan, mudah untuk di kontrol, dinamik dan skalabilitas yang hampir tanpa batas adalah beberapa atribut penting dari cloud computing. Cloud computing dapat menyediakan layanan tanpa batas bagi pengguna komputer untuk mengakses aplikasi tanpa dibatasi oleh waktu, tempat dan jarak. Cloud computing dapat dibagi dalam tiga kategori utama, yaitu Software as a Service (SaaS), Platform as a Service (PaaS), Infrastructure as a Service (IaaS) (Sulistyo dan Agustina, 2013). Software as a Service (SaaS) merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi. Secara teknis, model aplikasi ini memanfaatkan web- based interface yang diakses melalui web browser. Contoh SaaS ini ialah
Goggle Docs dari google yang merupakan aplikasi perangkat office serupa Microsoft Word. Dengan menggunakan Goggle Docs, kita dapat mengolah dokumen tanpa harus menginstal microsoft office seperti Microsoft Word. SaaS ini merupakan model aplikasi cloud computing yang sasarannya difokuskan pada user individual.

Platform as a Service (PaaS) merupakan layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi, yang tentu saja hanya bisa berjalan diatas platform tersebut. Layanan pada PaaS menawarkan layanan lebih dari sekedar penyimpanan data yaitu penyediakan tempat untuk membuat dan menyebarkan aplikasi tanpa perlu tahu berapa banyak processor atau memori yang dibutuhkan untuk aplikasi tersebut. Selain itu juga menawarkan layanan khusus seperti akses data, otentikasi, dan pembayaran untuk aplikasi baru (Appistry, 2009). Salah satu contoh layanan PaaS adalah Google AppEngine yang menawarkan layanan untuk mengembangkan dan hosting aplikasi web. Infrastructure as a Service (IaaS) merupakan sebuah layanan yang menyewakan sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, operating system, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya. IaaS terletak satu tingkat lebih rendah dibanding PaaS.
Layanan ini umumnya menawarkan sebuah server virtual yang dapat digunakan oleh satu perangkat komputer atau lebih yang dapat menjalankan beberapa pilihan sistem operasi dan software, dan terdapat fasilitas untuk penyimpanan dan komunikasi data. Contoh dari yang menawarkan layanan IaaS adalah
Amazon dimana pengguna diberikan hak melakukan berbagai kegiatan ke server seperti menginstal software, konfigurasi ijin akses dan firewall.

Cloud computing menerapkan suatu metode komputasi, yaitu kemampuan yang terkait teknologi informasi yang disajikan sebagai suatu layanan yang diakses melalui internet, tanpa mengetahui infrastruktur didalamnya, tenaga ahli yang merancang sistem tersebut atau memiliki kendali atas infrastruktur yang ada. Arsitektur secara umum terbagi menjadi 3 bagian yaitu infrastruktur, platform dan aplikasi. Setiap layanan yang diakses tidak perlu diinstal pada setiap perangakat end-user, untuk dapat melakukan akses terhadap layanan cloud computing hanya dibutuhkan web browser atau interface program (Ernawati, 2013).
Cloud computing memiliki lima karakteristik (Mell dan Grance, 2011), yaitu (1) Layanan on-demand, pelanggan dapat menentukan kapabilitas komputasi secara otomatis tanpa memerlukan interaksi dengan provider layanan (2) Akses jaringan secara luas, layanan dapat diakses dari berbagai standar platform (3) Sumber daya komputasi terpusat, sumber daya komputasi dikumpulkan pada satu lokasi untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-tenant, dengan sumber daya fisik dan virtual berbeda yang diterapkan secara dinamis sesuai dengan permintaan pelanggan melalui jaringan internet (4) Elastisitas penyediaan sumber daya komputasi secara cepat, penyediaan atau pengurangan sumber daya komputasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan (5) Layanan yang terukur, cloud computing secara otomatis mengontrol dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya komputasi dengan meningkatkan kemampuan pengukuran pada beberapa tingkat abstraksi yang sesuai dengan jenis layanan. Karateristik Cloud Computing Cloud computing idealnya memiliki lima karakteristik berikut dalam memaksimalkan layanan terutama dalam mendukung sistem pembelajaran, yaitu (1) On-Demand Self-Services, Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme mandiri dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila saat ini membutuhkan layanan aplikasi seperti CRM (Customer
Relationship Management), maka harus dapat mendaftar secara mandiri dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga (2) Broad Network Access, Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari manapun, kapanpun, dengan alat apapun, dengan syarat dapat terhubung ke jaringan layanan. Selama terhubung ke jaringan Internet, pengguna cloud computing harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain (3) Resource Pooling, Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem pembelajaran dapat dimanfaatkan secara maksimal (4) Rapid Elasticity, Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan atau menurunkan kapasitas sesuai kebutuhan. Apabila pegawai di kantor bertambah,
maka harus dapat menambah user dengan mudah. Apabila user menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat (5) Measured Service, Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur. Layanan cloud computing dibayar sesuai penggunaan apabila memanfaatkan layanan cloud computing yang disediakan pihak lain, sehingga harus terukur dengan baik (Maimunah dkk., 2012). Faktor penting yang menentukan kesuksesan implementasi cloud computing yaitu (1) Security, apabila aplikasi ada di server milik penyedia layanan cloud computing dan instansi penyelenggara pendidikan mengaksesnya lewat internet, maka semua orang juga bisa mengakses aplikasi tersebut. Hacker maupun penyusup akan dapat menembus celah keamanan aplikasi yang bersifat
global seperti itu (2) Performance, cloud computing mengartikan sumber daya diletakkan jauh dari user bila dibandingkan dengan sistem sentralisasi tradisional. Hal tersebut bisa mengganggu performance, kecuali memang pengelolaan berapa pada internal server sendiri (3) Governance compliance, cloud computing belum sepenuhnya didukung peraturan. Untuk hal yang kritikal seperti perbankan, bank wajib memiliki servernya sendiri dan diletakkan di area milik bank tersebut. Berbeda dengan instansi penyelenggara ndidikan dasar dan menengah dengan infrastruktur yang minimal, dapat menggunakan layanan penyedia cloud computing. Pada instansi penyelenggara pendidikan yang besar seperti perguruan tinggi memang seharusnya memiliki server yang dikelola mandiri untuk pemanfaatan teknologi cloud computing (4) Financial, Pembiayaan dalam pemanfaatan cloud computing memperhitungkan penggunaan dalam biaya tetap (fixed cost) dan biaya variable (variable cost). Untuk jangka panjang, lebih murah memiliki sendiri (bayar sekali di muka) daripada membayar sewa secara berkesinambungan. Sistem Pembelajaran Online Berbasis Cloud Computing Sistem pendidikan awan atau cloud educational system (CES) terbagi menjadi tiga yaitu (1) sistem pendidikan awan terpusat atau centralized cloud educational system,dalam sistem ini keterhubungan antara pusat data di institusi
pendidikan seperti tersebar akan tetapi sebenarnya tetap dalam sebuah kesatuan pada sebuah pusat data sebuah provider. (2) sistem pendidikan awan terdistribusi atau distributed cloud educational system, banyak pusat data di institusi pendidikan terhubung secara langsung satu dengan dengan lainnya akan tetapi tidak dalam satu pusat data sebuah provider; dan (3) sistem pendidikan awan hybrid atau hybrid cloud educational system, pusat data institusi pendidikan dan beberapa pusat data provider saling berhubungan satu dengan yang lain, sebuah institusi pendidikan dapat membagi sumber informasi dengan yang lain dengan menggunakan pusat data provider yang berbeda (Yuhua dkk., 2010).
Proses belajar mengajar dalam cloud computing akan sangat membantu pendidik dan peserta didik. Teknologi ini memungkinkan mereka mengakses layanan dan sumber daya yang tersedia dimanapun dan kapanpun ketika membutuhkannya, termasuk berbagai aplikasi, layanan dan alat yang disediakan
secara bebas dan terbuka serta mudah digunakan (Ali dkk., 2015). Ada beberapa keuntungan dalam pembelajaran online menggunakan cloud computing, diantaranya (1) Instansi penyelenggara pendidikan sebagai pusat layanan pendidikan, dalam model ini melakukan tugas untuk mengelola sumber daya pendidikan sekaligus melakukan penjaminan kualitas mutu pendidikan menjadi lebih efektif dan efisien (2) Sistem pembelajaran online berbasis cloud computing memperlihatkan tugas seorang pendidik untuk mengisi konten sistem pembelajaran online sesuai dengan permintaan peserta didik, mengevaluasi
proses belajar, mempersiapkan laporan kinerja proses belajar mengajar, berbagi informasi dan pengetahuan dengan sesama pendidik dalam rangka meningkatkan keahlian dan berinteraksi dengan peserta didik, orang tua dan masyarakat (3) peserta didik sebagai pusat pembelajaran merupakan prinsip dasar dari karakter cloud education atau pendidikan awan. Seperti peserta didik berkesempatan
untuk mengatur sendiri proses pembelajarannya. Mengatur sendiri yang dimaksud yaitu dari sisi waktu dan materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum dan kondisi serta persyaratan yang diatur oleh instansi penyelenggara pendidikan (4) Cloud computing akan memberikan kemudahan bagi orang tua
untuk terus mengetahui perkembangan proses pembelajaran anaknnya dengan cara yang mudah. Dengan kemudahan ini orang tua akan lebih aktif dalam membantu proses pembelajaran menjadi lebih baik lagi. (5) Dengan sistem yang berbasiskan internet seperti dalam cloud computing maka masyarakat akan dengan mudah mengontrol perkembangan pendidikan pada instansi penyelengara pendidikan (6) Sentralisasi infrastruktur dan layanan-layanan. Teknologi cloud computing mampu untuk membagi penggunaan infrastruktur secara virtual sehingga cukup membangun sebuah arsitektur komputasi awan di pusat, sedangkan pengguna lainnya seperti pendidik, peserta didik, orang tua dan masyarakat hanya menggunakan aplikasinya dengan segala kemudahannya pada level web saja (7) Efektifitas sumber-sumber belajar. Sebagian besar proses pembelajaran dilakukan di komputasi awan. Bahan sumber belajar semua dimasukkan ke dalam komputasi awan, proses evaluasi pembelajaran, laporan kemajuan belajar peserta didik, berbagi pengetahuan dengan pendidik lain, dan seterusnya. Sehingga penyelenggara pendidikan bisa mengelola materi pembelajaran yang membutuhkan ruang kelas atau ruang praktek, mengelola sumber-sumber belajar, mengelola waktu pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
dan kondisi, serta mengoptimalkan keuntungan dalam fleksibilitas waktu dan tempat. Pendidik sebagai sumber utama belajar, akan mempunyai waktu lebih dalam meningkatkan kemampuannya (8) Kerjasama dan berbagi e-learning. Bekerja sama dan berbagi merupakan konsep inti lingkungan cloud computing.
Teknologi ini menawarkan kemudahan kerjasama antara institusi, interaksi dan saling berbagi antara pemangku kepentingan pendidikan serta kemudahan evaluasi karena setiap pekerjaan terdokumentasi dengan baik (9) Rasionalitas pengaturan navigasi. Penggunaan cloud computing dalam sistem pembelajaran diperlukan sebuah antarmuka dengan menggunakan struktur modul yang jelas
dan mudah dimengerti agar aplikasinya mudah digunakan oleh pengguna, serta mudah dipelajari, tidak mempersulit karena inilah inti dari penggunaan teknologi komputasi awan (Ali dkk., 2015).

Oleh : Salomo Taku Namah, S.Kom

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar